Sabtu, 10 September 2011
Penelitian Tindakan Kelas
LAPORAN HASIL
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
PENGGUNAAN ALAT PERAGA DAPAT MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
PADA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS V
DI SD NEGERI 1 CIKATOMAS
U. WAHYUDIN,S.PdI
NIP : 19590408 198206 1 004
UNIT PELAKSANA TEKNIS PENDIDIKAN KECAMATAN CILOGRANG
SEKOLAH DASAR NEGERI 1 CIKATOMAS
Alamat : Kp. Cikatomas Desa Cikatomas Kecamatan Cilograng Kabupaten Lebak Provinsi Banten 42393
2008
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Berkaitan dengan belajar yang efektif yaitu berkaitran dengan aktifitas siswa dalam belajar. Agar siswa belajarnya efektif, maka perlu ada bimbingan dari guru agar siswa tidak mengalami kesulitan dalm mengikuti proses pembelajaran. Disamping itu dalam kegiatan belajar perlu dikondisikan agar suasana belajar dalam keadaan aman dan nyaman bagi siswa. Dan yang tak kalah pentingnya agar belajar lebih efektif yaitu menentukan strategi belajar yang tepat dan menentukan metode belajar yang tepat pula. Strategi belajar yaitu bagaimana siswa dalam melakukan pembelajaran dapat menentukan kapan waktunya belajar yang baik, kesiapan kondisi jasmani dan rohani, membagi waktu yang tepat dan cara membaca buku yang baik.
Sedangkan mengajar yaitu membimbing siswa agar mengalami proses belajar (Slameto, 1997:94). Dalam kegiatan mengajar peran guru lebih dominan, sedangkan pada kegiatan belajar peran siswa lebih dominan. Agar dalam kegiatan belajar mengajar lebih efektif, maka bagaimana peran guru agar kegiatan siswa dapat efektif.
Rendahnya Hasil siswa ini dialami pula oleh siswa dan siswi SD Negeri 1 Cikatomas Kecamatan Cilograng Kabupaten Lebak Provinsi Banten.Bahwa setiap ulangan harian yang telah dilaksanakan hanya sekitar 20 s/d 30 % saja siswa yang mendapat nilai diatas 60 ( ini sesuai dengan Standar Keberhasilan Belajar Minimal yang ditetapkan di SDN 1 Cikatomas ),dengan demikian ini menunjukan bahwa 70 % s/d 80 % saja siswa yang mengalami belajar yang belum tuntas atau masih dibawah nilai 60.
Belajar dikatakan tuntas dalam Kurikulum berbasis Kompetensi (KBK) bila siswa telah mencapai Aktifitas hasil Belajar atau nilai dengan skor ≥ 65 sedangkan berdasarkan aspek ketuntasan belajar secara klasikal ketuntasan belajar tercapai yaitu ≥ 85 % memperoleh skor ≥ 65 dari skor total dengan demikian jika dilihat dari ketuntasan belajarpun hasilnya masih rendah.
Alasan alasan yang melatarbelakangi rendahnya nilai Pendidikan Agama Islam di SD 1 Cikatomas Kecamatan Cilograng Kabupaten Lebak adalah :
1. Belajar siswa belum bermakna ( Meaningfull Learning )
2. Siswa masih belajar menghapal ( Rote Learning )
3. Siswa masih takut bertanya karena guru lebih dominan menggunakan Metoda ceramah
Melihat alasan alasan yang melatarbelakangi rendahnya Hasil siswa Kelas V dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam ini bahwa secara garis besar adalah belajarnya belum bermakna, padahal kebermaknaan belajar pada siswa dituntut dalam KBK, Kebermaknaan belajar disini maksudnya adalah bahwa siswa dalam memahami suatu materi mengetahui hal hal yang paling mendasar atau terbentuknya konsep dasar Pendidikan Agama Islam tersebut, sehingga pada saat siswa dihadapkan pada situasi permasalahan yang berbeda , siswa tersebut dapat menyelesaikannya. Hal ini sejalan dengan Ausubel ( Rus effendi, 1991,h.172 ) bahwa belajar bermakna adalah belajar untuk memahami apa yang diperolehnya itu dikaitkan dengan keadaan lain sehingga belajarnya itu lebih mengerti.
B. PERUMUSAN DAN PEMECAHAN MASALAH
1. Perumusan masalah
Berdasarkan latarbelakang masalah pada bagian pendahuluan diatas maka perumusan masalah penelitian ini adalah :
a. Apakah penerapan Penggunaan Alat Peraga dapat meningkatkan Aktifitas hasil Belajar Siswa ?
b. Bagaimana penerapan Penggunaan Alat Peraga dapat meningkatkan Aktifitas hasil Belajar Siswa ?
c. Sejauhmana penerapan Penggunaan Alat Peraga dapat meningkatkan Hasil belajar Siswa ?
2. Pemecahan Masalah
Rendahnya nilai Aktifitas hasil Belajar Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas V SDN 1 Cikatomas dikarenakan siswa dalam belajarnya kurang bermakna oleh karena itu dalam penelitian ini diupayakan untuk meningkatkan hal tersebut melalui suatu penerapan Penggunaan Alat Peraga
Dalam Penggunaan Alat Peraga dimaksudkan agar siswa dapat berlatih menggunakan proses ilmiah untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam merencanakan dan mengerjakan suatu Penggunaan alat peraga , Alat sederhana maupun percobaan tersebut dapat dibuat dari bahan yang ada dilingkungan sekolah atau tempat tinggal siswa. Dalam melaksanakan Penggunaan Alat Peraga beberapa hal perlu diperhatikan, antara lain : berorientasi pada minat dan ketertarikan siswa, direncanakan bersama oleh guru dan siswa, memanfaatkan potensi lingkungan, dilaksanakan oleh individu atau kelompok kecil ( 2 atau 3 orang ) dan tujuan disesuaikan dengan tingkat perkembangan daya pikir siswa.
Peran guru dalam pembelajaran ini lebih banyak sebagai fasilitator ( pengarah ) dan promotor ( penggerak ), ketika siswa menyelesaikan masalah, guru dapat memberikan saran atau mengajukan pertanyaan yang mengarahkan pada pemahaman siswa.
Dengan menggunakan penggunaan alat peraga , maka dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami konsep pendidikan agama islam , mengaitkan dan menerapkan konsep pendidikan agama islam serta dapat mengembangkan sejumlah keterampilan proses, terutama dalam merencanakan, melaksanakan percobaan dan mengkomunikasikan hasilnya.
Dengan demikian berdasarkan uraian tersebut diatas melalui penerapan penggunaan alat peraga dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama islam dapat lebih efektip dan siswa lebih aktif sehingga pembelajaran menjadi bermakna.
C. TUJUAN PENELITIAN
Berdasarkan permasalahan diatas, maka tujuan penelitian tindakan ini adalah sebagai berikut :
a. Meningkatkan Aktifitas hasil Belajar siswa melalui penerapan Penggunaan Alat Peraga pada siswa Kelas V SDN 1 Cikatomas
D. MANFAAT PENELITIAN
Manfaat hasil penelitian Tindakan Kelas ini akan memberikan manfaat untuk perbaikan kualitas pendidikan dan pembelajaran , terutama Penelitian Tindakan Kelas ini akan berarti bagi perorangan dan institusi dibawah ini :
Bagi Siswa :
Siswa akan termotivasi untuk belajar dengan tahapan tahapan yang menggunakan Penggunaan Alat Peraga
Siswa akan terjalin kerjasama yang baik antar sesamanya.
Aktivitas belajar siswa lebih meningkat
Pemanfaatan pengetahuan dan ketrampilan yang dimilikinya diterapkan kepada dunia yang nyata
Bagi Guru :
Membuka wawasan baru dan mengetahui strategi pembelajaran yang bervariasi khususnya dalam proses peningkatan kemampuan dan Hasil siswa serta aktivitas belajar siswa
Menumbuhkan budaya meneliti untuk memperbaiki /meningkat kan praktek pembelajaran.
Dapat diterapkan pada proses pembelajaran Pelajaran lain
Bagi Kepala Sekolah :
Dengan pelaksanaan pembelajaran menggunakan Penggunaan Alat Peraga akan Menambah wawasan pengetahuan bagi Kepala Sekolah , dan dapat dijadikan suatu kebijakan sekolah untuk diterapkan pada mata pelajaran yang lain
Bagi Sekolah :
Dengan perbaikan dan peningkatan praktek pembelajaran secara berkesinambungan akan diperoleh manfaat sebagai Inovasi pembelajaran dan peningkatan kualitas pendidikan di Sekolah .
BAB II
KAJIAN TEORI
A. Pengertian Penggunaan Alat Peraga
Penggunaan alat bantu pembelajaran atau alat peraga dalam kegiatan belajar mengajar sangat penting peranannya, terutama untuk membantu siswa memahami kondisi yang nyata sehingga midah mengerti terhadap materi pembelajaran yang sedang dipelajari.
Menurut hasil penelitian beberapa ahli pendidikan, penggunaan alat peraga dalam kegiatan belajar mengajar dapat meningkatkan hasil belajar siswa 30-50 %, dibandingkan dengan proses bealajar mengajar yang tidak menggunakan media pembelejaran. Aalat peraga penting digunakan, khususnya untuk materi belajar yang bersifat abstrak atau perlu pemahaman yang mendalam.
Menurut Sudirman, dkk. (1992:4) alat peraga yaitu alat bantu pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan proses belajar mengajar, bentuknya dapat berupa gambar, sketsa, foto, model, miniatur, contoh bahan, alat atau mesin yang disederhanakan, dan lain sebagainya. Agar efektif dalam penggunaan alat peraga dalam kegiatan proses belajar mengajar, maka guru harus tepat dalam memilih alat peraga sesuai dengan tofik yang diajarkan. Disamping itu, guru harus mampu menjelaskan dengan baik dan dapat mengopersaikan alat peraga tersebut.
Menurut Aristo Rohardi (2004:13), manfaat alat peraga dalam proses pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga kegiatan pembelajaran akan lebih efektif dan efesien.
B. Hasil Belajar Siswa
Hasil belajar siswa akan diperoleh apabila kegiatan proses belajar mengajar telah berakhir. Menurut Dimyati (1993:3), menyatakan bahwa hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Dari sisi guru tidak mengajar diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar, sedangkan dari sisi siswa, hasil belajar merupakan puncak dari proses belajar.
Sedangkan menurut Alhamdi (1994:35), bahwa hasil belajar adalah hasil yang dicapai dalam suatu usaha. Dalam hal ini usaha hasil belajar berupa perwujudan prestasi belajar siswa yang dapat dilihat pada nilai setiap mengikuti tes atau evaluasi. Untuk memperoleh hasil yang baik, harus ada upaya belajar dan kemauan keras bagi siswa, sedangkan bagi guru harus ada upaya untuk menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif dan efektif.
C. Aktifitas Belajar
Aktifitas belajar merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan individu untuk mencapai perubahan tingkah laku. Aktiftitas belajar merupakan kegiatan yang sangat penting dalam belajar, seperti yang diungkapkan Sardiman ( 1992,h.95):
” dalam belajar sangat diperlukan adanya aktifitas, tanpa aktifitas belajar itu tidak mungkin berlangsung dengan baik. Aktifitas dalam proses belajar mengajar merupakan rangkaian kegiatan yang meliputi keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran, bertanya hal yang belum jelas, mencatat, mendengar, berfikir, membaca dan segala kegiatan yang dilakukan yang dapat menunjang Aktifitas hasil Belajar ”.
Sedangkan Poerwodarminto dan Yuhana & Sukirwan ( 2005,h.12) mengatakan bahwa aktifitas adalah suatu kegiatan yang diharapkan pada suatu tujuan, dalam kegiatan ini individu telah terlebih dahulu tujuan yang akan dicapainya dan ia memang melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan.
Dengan demikian berdasar uraian tersebut diatas dapat disebutkan bahwa aktifitas belajar adalah kegiatan yang dilakukan siswa selama proses belajar mengajar berlangsung agar mendapatkan hasil yang oftimal. Dengan kata lain bahwa dalam belajar sangat diperlukan adanya aktifitas, karena tanpa aktifitas belajar tidak akan berlangsung dengan baik.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. SETTING PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 1 Cikatomas Kecamatan Cilograng Kabupaten Lebak Provinsi Banten . Adapun subyek penelitian ini adalah siswa Kelas V di SD Negeri 1 Cikatomas Kecamatan Cilograng, sedangkan Penelitian Tindakan Kelas ini akan dilaksanakan dengan 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan, sedangkan penelitian ini berlangsung kurang lebih sampai dengan 2 bulan .
B. PROSEDUR PELAKSANAAN TINDAKAN KELAS
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) , ada pun tahap-tahap yang akan dilakukan dalam penelitian PTK ini menggunakan model yang dikembangkan oleh Kurt Lewin. Model Kurt Lewin seperti disebutkan dalam Dikdasmen ( h.18,2003 ) bahwa tahap tahap tersebut atau biasa disebut siklus ( Putaran ) terdiri dari empat komponen yang meliputi :
a. Perencanaan ( Planning )
b. Aksi / tindakan ( Acting )
c. Observasi ( Observing )
d. Refleksi ( Reflecting )
Prosedur Pelaksanaan Penelitian ini meliputi 2 siklus, setiap siklus terdiri dari Perencanaan tindakan Pengamatan, dan refleksi. Seperti pada table dibawah ini.:
Siklus I Perencanaan
Identifikasi masalah dan penetapan alternative pemecahan masalah Merencanakan pembelajaran yang akan diterapkan dalam PBM yaitu dengan Pembelajaran Penggunaan alat Peraga sederhana
Menentukan pokok bahasan.
Mengembangkan scenario Pembe- lajaran
Menyusun bahan ajar
Menyiapkan sumber belajar seperti buku
Mengembangkan format evaluasi
Mengembangkan format observasi pembelajaran
Tindakan Menerapkan tindakan mengacu pada scenario pembelajaran Penggunaan Alat peraga yang telah disiapkan
Melakukan evaluasi yaitu dalam bentuk tes kemampuan
Pengamatan Melakukan observasi dengan meng- gunakan format observasi
Refleksi Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan yang meliputi evaluasi mutu, jumlah, dan waktu dari tindakan yang telah dilakukan
Melakukan pertemuan untuk membahas hasil evaluasi tentang scenario, tes kemampuan pemahaman.
Memperbaiki tindakan sesuai hasil evaluasi untuk digunakan pada siklus berikutnya
Evaluasi tindakan I
Indikator keberhasilan siklus I Instrumen-instrumen yang telah disiap- kan pada siklus I dapat terlaksana semua
Siswa mampu belajar dan berdiskusi dengan teman dalam membahas tugas yang diberikan
Siswa mampu belajar dalam kelompok
Hampir ≥75 % siswa mendapatkan nilai 60 pada tes kemampuan pemahaman, dan berdasarkan pengamatan siswa aktif hampir ≥70 %
Siklus II Perencanaan Identifikasi masalah dan penetapan alternative pemecahan masalah
Pengembangan program tindakan II
Tindakan Pelaksanaan program tindakan II
Pengamatan Pengumpulan data tindakan II
Refleksi Evaluasi tindakan II
Indikator keberhasilan siklus II Instrumen-instrumen yang telah disiapkan pada siklus II dapat terlaksana semua
Siswa mampu belajar mengunakan alat Peraga dengan teman dalam membahas tugas yang diberikan
Siswa mampu belajar menggunakan alat peraga secara individu
Hampir ≥75 % siswa mendapatkan nilai 60 pada tes kemampuan pemahaman, dan berdasarkan pengamatan siswa aktif hampir ≥70 %
C. DATA DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA.
a. Data
Sumber data penelitian ini adalah siswa , sedangkan jenis data yang didapatkan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan data kualitatif yang meliputi :
o Data tes setelah siklus I dan II
o Hasil observasi terhadap proses pelaksanaan pembelajaran
o Jurnal harian ( catatan harian )
o Foto
b. Teknik Pengumpulan data
Data dikumpulkan melalui observasi, catatan harian, tes kemampuan
b. 1. Observasi
Observasi dilakukan untuk mengamati aktifitas siswa selama pembelajaran berlangsung. Didalam observasi diantaranya akan melihat peningkatan proses pembelajaran yang meliputi : peningkatan frekuensi dan atau kualitas pertanyaan siswa kepada guru maupun sesama temannya selama interaksi belajar mengajar, adanya peningkatan kerjasama dalam melaksanakan tugas, keberanian siswa dalam memberikan jawaban pertanyaan yang diajukan oleh guru.
Dalam peningkatan Aktifitas hasil Belajar siswa guru mengamati : perasaan keingintahuan, perasaan puas dan tidak puas, peningkatan jumlah, jenis dan atau mutu produk belajar yang dihasilkan siswa.
b. 2. Jurnal Harian
Jurnal harian dalam penelitian ini maksudnya adalah catatan harian yang merupakan alat Bantu perekam yang paling sederhana. Hal ini sejalan dengan pendapat tim pelatih PGSM ( 1999.h.57) yang menyatakan bahwa jurnal harian merupakan semacam catatan harian. Catatan harian ini akan merekam semua kegiatan dalam proses pembelajaran yang tidak terekam dalam lembaran observasi baik berupa perilaku siswa / kegiatan guru yang berlangsung dalam kelas maupun permasalahan yang dapat dijadikan pertimbangan bagi langkah berikutnya, sesuai pendapat Madya ( 1994,h.35 ) bahwa catatan harian ini akan memuat observasi, perasaan, reaksi, penafsiran, refleksi, dugaan, hipotesis, dan penjelasan.
b. 3. Data Tes Kemampuan
Data ini merupakan data kuantitatif, yang diambil setiap siklus. Tes formatif diberikan setiap berakhirnya siklus, hal ini supaya setiap berakhirnya pelaksanaan siklus dapat diketahui kemajuan dan perkembangan yang didapat oleh siswa dengan Penggunaan Alat Peraga .dan hasilnya diharapkan dapat menjadi acuan, pertimbangan, bahan refleksi, untuk merencanakan pelaksanaan siklus berikutnya.
b. 4. Foto
Untuk merekan aspek kegiatan kelas, aktifitas siswa, dan untuk memperjelas data dari hasil observasi maka dalam penelitian ini digunakan alat perekam lainnya yaitu foto. Hal ini seperti yang dikatakan Madya ( 1994,h.39 ) bahwa foto digunakan untuk merekam peristiwa penting, serta karena daya tariknya foto dapat diacu dalam wawancara berikutnya dan diskusi tentang data.
c. Analisis Data
c. 1. Data Observasi.
Data ini diambil melalui pengamatan yang dilakukan oleh peneliti sebagai orang yang terlibat aktif dalam pelaksanaan tindakan dan dibantu oleh partner sebagai observer . Adapun kegiatan siswa yang diamati setiap lima menit sekali dengan tanda checklist , diolah dengan menggunakan rumus :
A X 100 %
B
Dimana : A adalah Frekuensi aktivitas yang teramati
B adalah frekuensi semua aktivitas pada lembar
observasi.
c. 2. Data Jurnal Harian
Menyimpulkan kejadian selama penelitian berlangsung.
c. 3. Data Tes Kemampuan
o Menentukan nilai setiap siswa dari hasil tes dengan pemberian nilai skala 100
o Tentukan banyaknya siswa yang mendapat nilai diatas atau sama dengan 60
o Hitung persentasi banyaknya siswa yang mendapat nilai diatas atau sama dengan 60
BAB V
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Penelitian
Siklus I, dilaksanakan pada tanggal : 17 dan 24 oktober 2007 . Siklus I dilakukan dalam 2 ( dua ) kali pertemuan. Subjek penelitian adalah Kelas V SD Negeri 1 Cikatomas , dengan jumlah siswa sebanyak 28 orang. Setiap pertemuan, dilakukan pretes dan postes untuk mengukur dan mengetahui keberhasilan tindakan yang dilakukan.
Model pembelajaran yang dilakukan dalam penelitian ini adalah Penerapan pembelajaran Metode Penggunaan Alat Peraga dalam upaya meningkatkan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam bagi siswa Kelas V SD Negeri 1 Cikatomas.
Penerapan pembelajaran Metode Penggunaan Alat Peraga siswa dipersilahkan untuk berdiskusi dengan teman, bahkan dalam hal ini guru masih berperan untuk memberikan pengarahan atau bantuan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Setelah dibuat dalam kelompok kecil, maka siswa dipersilakan untuk menjawab soal secara individu, hal ini diperlakukan untuk mengontrol kemampuan siswa secara individu. Pada gambar 1 ditampilkan setiap siswa sedang menjawab soal yang diberikan guru.
Siklus II, dilaksanakan pada tangal: 31 oktober dan 7 November 2007 . Pada siklus ke II, dilakukan hal yang sama seperti kegiatan yang dilakukan pada siklus I. Siklus ke II dilakukan setelah diadakan refleksi dari semua kegiatan yang dilakukan pada siklus I. Pada siklus ini cenderung pada arah perbaikan proses, sehingga keterampilan menyimpulkan pada siswa terjadi peningkatan.
B. Refleksi Setiap Siklus
Siklus I, dilaksanakan pada tanggal : 17 dan 24 oktober 2007 . Siklus I dilakukan dalam 2 ( dua ) kali pertemuan. Setiap pertemuan, dilakukan pretest dan post tes, Aktifitas hasil Belajar siswa dalam menjawab soal, dinilai dengan rentang nilai 10 – 100. Hasil perolehan tes siswa, ditampilkan pada tabel 1 sebagai berikut:
Tabel 1 : Aktifitas hasil Belajar Pada Siklus I
DIAGRAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA
SIKLUS 1
Berdasarkan data dari setiap tes pada siklus I, secara umum rata-rata hasil tes menunjukkan peningkatan. sebagai berikut : pertemuan I, rata-rata pretest 22,0 dan rata-rata post test 55,5 dan pertemuan II, rata-rata pretest 27,1 dan rata-rata post test 59,1
Berdasarkan Aktifitas hasil Belajar yang ditunjukkan pada tabel 1, setiap pertemuan pada siklus I terdapat peningkatan. Dengan kata lain pada siklus ini, tindakan dilaksanakan menunjukkan perbaikan. Untuk meningkatkan Aktifitas hasil Belajar siswa, agar lebih optimal, maka tindakan dilanjutkan dengan siklus ke II.
Siklus II, dilaksanakan pada tangal: 31 oktober dan 7 November 2007 . Sama seperti halnya pada siklus I, setiap pertemuan dilakukan pre test dan post test. Adapun hasil perolehan tes siswa, baik pretest maupun post test, ditampilkan pada tabel 2 sebagai berikut:
Tabel 2 : Aktifitas hasil Belajar Pada Siklus II
DIAGRAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA
SIKLUS 2
Berdasarkan data dari setiap tes pada siklus II, secara umum rata-rata hasil tes menunjukkan peningkatan. sebagai berikut : pertemuan I, rata-rata pretest 28,0 dan rata-rata post test 61,4 dan pertemuan II, rata-rata pretest 30,7 dan rata-rata post test 81,3.
Berdasarkan Aktifitas hasil Belajar yang ditunjukkan pada tabel 3, setiap pertemuan pada siklus II terdapat peningkatan. Dengan kata lain dari dua siklus yang dilakukan selama tindakan, menunjukkan adanya perbaikan atau peningkatan Aktifitas hasil Belajar.
C. Analisis dan Pembahasan
a. Kelebihan
1) Siswa mendalami dan mengalami sendiri pengetahuan yang dicarinya, maka pengetahuan itu akan tinggal lama di dalam jiwanya
2) Lebih merangsang siswa dalam melakukan aktivitas belajar individual ataupun kelompok
3) Siswa dapat mengembangkan daya berpikirnya sendiri dan daya inisiatif
4) Dapat mengembangkan kemandirian siswa di luar pengawasan guru.
5) Dapat membina tanggung jawab dan disiplin siswa.
6) Dapat mengembangkan kreatVitas siswa.
b. Kekurangan
1) Siswa sulit dikontrol, apakah benar ia yang melakukan pembelajaran Metode Penggunaan alat peraga ataukah orang lain.
2) Khusus untuk Penelitian pada pembelajaran Metode Penggunaan alat peraga , tidak jarang yang aktif mengerjakan dan menyelesaikannya adalah anggota tertentu saja, sedangkan anggota lainnya tidak berpartisifasi dengan baik.
3) Tidak mudah memberikan Pembelajaran Metode Penggunaan alat peraga yang sesuai dengan perbedaan individu siswa.
4) Sering memberikan Pembelajaran Metode Penggunaan alat peraga yang monoton (tak bervariasi) dapat menimbulkan kebosanan siswa.
Upaya peningkatan prestasi Aktifitas hasil Belajar Pendidikan Agama Islam siswa Kelas V SD Negeri 1 Cikatomas melalui metode pembelajaran Metode Penggunaan alat peraga dilakukan dengan empat siklus. Setiap siklus memuat langkah-langkah; perencanaan, tindakan, pengamatan, dan diakhiri dengan refleksi. Setiap tindakan dilakukan akan diikuti dengan observasi yang akan dianalisis datanya untuk kepentingan kegiatan refleksi. Refleksi yang dimaksud bertujuan untuk menentukan langkah-langkah berikutnya pada setiap siklus yang akan dilakukan dengan melihat apakah tujuan penelitian sudah tercapai atau belum.
Berdasarkan hasil tes seperti yang ditampilkan pada tabel 1 dan 2 Aktifitas hasil Belajar siswa, baik secara individu maupun kelompok (klasikal) terdapat peningkatan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan alat peraga secara siginifikan dapat meningkatkan Aktifitas hasil Belajar Pendidikan Agama Islam bagi siswa Kelas V SD Negeri 1 Cikatomas .
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
Berdasarkan data dari setiap tes pada siklus I, secara umum rata-rata hasil tes menunjukkan peningkatan. sebagai berikut :
pertemuan I, rata-rata pretest 22,0 dan rata-rata post test 55,5 dan pertemuan II, rata-rata pretest 27,1 dan rata-rata post test 59,1
Berdasarkan data dari setiap tes pada siklus II, secara umum rata-rata hasil tes menunjukkan peningkatan. sebagai berikut :
Pertemuan I, rata-rata pretest 28,0 dan rata-rata post test 61,4 dan pertemuan II, rata-rata pretest 30,7 dan rata-rata post test 81,3.
Model pembelajaran Metode Penggunaan alat peraga dapat meningkatkan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam kelas V SD Negeri 1 Cikatomas, hal ini terbukti dengan kemajuan tingkat belajar siswa yang ditunjukkan dengan Aktifitas hasil Belajar yang secara siginifikan meningkat tajam.
B. Saran
Berdasarkan hasil tindakan atau perlakuan, maka metode pembelajaran Metode Penggunaan alat peraga layak dipertimbangkan untuk dipergunakan guru, terutama pada pelajaran Pendidikan Agama Islam bagi siswa kelas V, khususnya di SD Negeri 1 Cikatomas .
Metode pembelajaran Metode Penggunaan alat peraga , jika didesain akan memberikan dampak yang positif terhadap peningkatan Aktifitas hasil Belajar. Untuk itu agar hasilnya lebih optimal, diperlukan langkah-langkah yang lebih kreatif lagi.
DAFTAR PUSTAKA.
Dikdasmen ( 2003 ) Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta, Direktorat Jenderal pendidikan dasar dan mengengah, direktorat tenaga kependidikan.
Dikdasmen ( 2003 ) Pembelajaran remedial. Jakarta, Direktorat Jenderal pendidikan dasar dan mengengah, direktorat tenaga kependidikan.
Dikdasmen ( 2003 ) Evaluasi pembelajaran. Jakarta, Direktorat Jenderal pendidikan dasar dan mengengah, direktorat tenaga kependidikan.
Madya, S ( 1994 ) Panduan Penelitian Tindakan. Yogyakarta: Lembaga penelitian IKIP Yogyakarta
Depdiknas ( 2006 ) Dirjen PMPTK materi TOT pada kegiatan pelatihan PTK dan penulisan laporan penelitian sebagai karya tulis ilmiah dalam pengembangan kegiatan profesi guru, Jakarta akhir agustus 2000
JADUAL PENELITIAN
No Kegiatan BULAN
OKTOBER
Minggu Ke NOVEMBER
Minggu Ke MARET
Minggu Ke
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Menyusun Instrumen x
2 Menyusun Skenario pembelajaran x
3 Konsultasi x
4 Pelaksanaan:
a. Menyiapkan Kelas dan Alat x x
b. Melaksanakan Tindakan siklus I x
Konsultasi X
c. Melaksanakan Tindakan siklus II X
5 Penyusunan Laporan x x x X x x x x x x
Konsultasi x
6 Penulisan laporan x x
BIODATA
1. Data Pribadi :
N a m a : U. WAHYUDIN,S.PdI
NIP. : 19590408 198206 1 004
Tempat, tgl lahir : Lebak, 8 APRIL 1959
Pendidikan : S -1
Pekerjaan : PNS
Jabatan : Guru Agama
Unit Kerja : SDN 1 Cikatomas
Alamat Kantor : UPT Pendidikan Cilograng - Lebak
Telepon/Faks : 08179981600
Alamat Rumah : cikatomas Kecamatan Cilograng kabupaten Lebak
Cilograng 14 April 2008
U. WAHYUDIN,S.PdI
NIP. 19590408 198206 1 004
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar